"Saya menciptakan umat islam Indonesia menjadi umat beragama yang berpandangan luas. Mampu memahami orang lain. Menumpahkan kebersamaannya yang utuh dengan segala pihak menjunjung tinggi kebebasan sebagai sarana demokrasi"
Agama masyarakat negara demokrasi
Negara tidak pernah ada dan tidak seharusnya berurusan dengan kebudayaan.
Buku kumpulan esai Kyai Nyentrik membela pemerintah ini membuktikan watak hangta tanpa kehilangan sikap kritis penerbitnya didukung oleh sejumlah intelektual muda NU yang bergairah dan yang tak diragukan lagi menjadi penjaga garis belakang pemikiran Gus Dur menyebutnya "Antropologi Kyai"
Politik bagi Gus Dur Merupakan sesuatu yang sangat nyata, sebagai pergulatan gagasan yang sangat nyata, sebagai pergulatan gagasan-gagasan dan kekuatan-kekuatan. Masa kepresidenan Gus Dur yang singkat mengambarkan betapa pergulatan itu sangat mendebarkan, dalam suatu arena yang cukup "bebas" untuk tarik tolak kepentingan-kepentingan. Ketidakpastian, demikian seorang pengamat Indonesia menjelask…
Dalam Islam sendiri, terdapat diskusi panjang mengenai hal ini. Diskusi terjadi lantaran dalam teks Islam ditemukan dua hal yang tampaknya saling betentangan. Di satu sisi, Islam seolah-seolah membenarkan kekerasan. Misalnya dengan adanya doktrin jihad yang dipahami sebagian ulama sebagai tindakan mengangkat pedang terhadap musuh Islam, juga dengan adanya perintah perang.Disisi lain ada ajaran …
Buku ini bisa menjadi bahan refleksi dan evaluasi bagi kalangan pesantren untuk mengembangkan pesantren lebih lanjut, baik secara individual maupun kolektif.
Tulisan-tulisan yang terkumpul dalam buku ini diamnil dari kolom-kolom Gus Dur di majalah Tempo dasawarsa 1970-an dan 1980-an .
Kumpulan esai Kiai Nyentrik Membela Pemerintah membuktikan watak hangat tanpa kehilangan sikap kritis.