Dalam membaca teks-teks Gus Dur—dalam pengertian fenomena Gus Dur secara umum—para penulis di buku kedua ini—juga pada buku pertama—percaya penuh bahwa pada aras komitmen terhadap nilai sebenarnya tidak ada masalah pada sosok Gus Dur. Dengan asumsi demikian, penulis-penulis di buku ini rata-rata tinggal mencari penjelasan yang dapat memuaskan mereka untuk keluar dari sisi kontroversial …
Buku ini berisi kumpulan tulisan yang menyajikan refleksi mendalam atas isu-isu yang terbentang mulai dari Islam Indonesia yang pesantren yang penguatan demokrasi yang kesetaraan perempuan yang neoliberalisme yang hingga dialog spiritual.
Permasalahan politik, agama, dan konflik sosial di Indonesia.
Buku ini berorientasi pada perspektif berbeda ketika membicarakan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) yang humoris dan dekat dengan rakyatnya. Dikemas dalam diskursus ilmu-ilmu sosial, kepolitikan, dan kebudayaan di Indonesia kontemporer.
Judul asli Toward an Islamic revolution: Civil liberties, human rights and international law. Buku ini merupakan eksperimentasi Abdullahi An-Na'im yang sangat mendasar. Baginya, reformasi syari'ah tidak mampu mennjawab kebuntuan metodologis untuk memecahkan paradoks yang selama ini melekat dalam syari'ah yang diskriminatif terhadap perempuan dan non-muslim, bahkan tetap melegalisasi perbudakan.
Buku ini berisi tentang Upaya memahami sosok Kontroversial Gusdur, Gus Dur : Bangsa mana di Dunia mempunyai Presiden seperti kita, Tokoh Kontroversial, Isu Kontroversial , Citra diri Gus Dur yang utuh, Gus Dur ;"Mega atas Saya sama saja, Gus Dur diantara Para Kiai,Abdurrahman Wahid dan Toleransi Keberagaman, Sosok Gus Dur dan Perubahan Paradigma, Gus Dur, dari NU ke Presiden, Gus Dur dari PBNU …