“Kiai Nawawi al-Bantani adalah mutiara Nusantara yang bersinar di Hijaz. Melalui jasa-jasanya, Islam Nusantara yang asalnya kedengaran asing menjadi semakin dikenal hingga ke kencah internasional. Karena prestasinya dalam kajian ilmu agama, namanya diukir dalam kamus al-Munjid bersama dengan Presiden Ir. Soekarno.
Buku ini megungkapkan perjalanan teologi dan spiritual Kartini, mulai Tuhan dan syariatNya yang dianggap nya hampa hingga menjadi sangat bermakna, sehingga kegelapan yang ada dalam hatinya disirnakan oleh sebuah cahaya yang terang benderang
Buku ini menyajikan perjalanan tokoh tokoh pendiri nahdatul ulama
Buku ini membahas kiprah ulama perempuan nusantara, Alimah dari Jombang ini adalah pendiri Madrasah Banat di Saudi Arabia yang keberadaannya diakui dunia Islam.
Syaikh Namawi al-Bantani adalah ulama yang mempunyai multi talenta. Beliau adalah ulama asal Nusantara yang menjadi pengajar dan imam di Masjidil Haram yang mempunyai banyak karya tulis dari berbagai disiplin ilmu keislaman.
Nahdlatul Ulama lahir di tengah tengah masyarakat Nusantara sebagai jawaban bahwa apa yang dituduhkan oleh kelompok islam modernis tidaklah benar seutuhnya
Kitab belut karya Syaikh Mukhtar 'Atharid al-Bughuri ini menjadi saksi akan prestasi yang ditorehkan oleh ulama nusantara dalam kancah keilmuannya secara global melalui media haramain. Drai kelihaianan dan kealiman al-Bughuri dalam menyanggah pendapat ulama yang mengharamkan belut.
Buku ini menjadi saksi sejarah bahwa ulama ulama Aswaja Nusantara yang notabennya adalah alumni pesantren mampu membawa nama harum bangsa Indonesia hingga ke ranah Internasional.
Kyai Haji Zubair Dahlan adalah seorang ulama tafsir, fiqh, uṣūl al-fiqh, dan tasawuf Indonesia dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Setiap tahun, di bulan Ramadhan, Zubair selalu rutin mengajarkan Tafsir al-Jalalayn kepada murid-muridnya.