Perpustakaan Nusron Wahid

Indonesia

  • Beranda
  • Login Pustakawan
  • VC
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pesantren studies 2a, Buku Kedua: Kosmopolitanisme peradaban kaum santri di masa kolonial, Juz Pertama: Pesantren, jaringan pengetahuan dan karakter kosmopolitan-kebangsaannya
Penanda Bagikan

Text

Pesantren studies 2a, Buku Kedua: Kosmopolitanisme peradaban kaum santri di masa kolonial, Juz Pertama: Pesantren, jaringan pengetahuan dan karakter kosmopolitan-kebangsaannya

Ahmad Baso - Nama Orang;

"Sudah banyak buku tentang Sejarah Indonesia ditulis oleh para orientalis atau oleh sarjana-sarjana Indonesia kader orientalis. Tapi buku tentang Sejarah Indonesia yang ditulis oleh orang-orang pesantren, itu yang langka. Buku ini hadir untuk melihat Sejarah Indonesia dari perspektif orang-orang yang pernah merumuskan kebangsaan Indonesia dari sudut pandang pesantren.

Banyak pahlawan kemerdekaan dan tokoh-tokoh pendiri bangsa ini dikader di pesantren. Sebagian di antara mereka berjuang bersama orang-orang pesantren mengusir penjajah; sebagian lagi punya simpati dalam memperkuat pesantren sebagai tandingan terhadap sekolah-sekolah kolonial. Bahkan, tidak sedikit pula pejuang-pejuang bangsa ini, dari yang punya nama harum hingga yang gugur tanpa nama, sama-sama membela Tanah Air ini dengan darah dan harta bendanya - semua mengusung bahasa, strategi kebudayaan dan politik pesantren. Dan, hingga kini, masih banyak tradisi-tradisi pesantren yang terawat baik dalam memelihara kesinambungan semangat kebangsaan kita - dari upacara menghormati bendera, ziarah makam pahlawan, acara kenegaraan memperingati Maulid Nabi, hingga pendidikan pelestarian ideologi bangsa Pancasila dan pembelaan Negara Persatuan-Kesatuan Republik Indonesia.

Para pejuang dan pendiri bangsa ini tentu punya alasan membela pesantren. Sejak abad 16 negara-negara Eropa yang masuk ke Nusantara, awalnya menguasai perdagangan komoditas lalu menjajah bangsa ini, menemukan pesantren sebagai satu peradaban lengkap dengan segenap tradisi, ilmu pengetahuan, teks, komunitas, ekonomi dan juga politik anti-penjajahannya.

Karena kepentingan bangsa-bangsa asing itu, terutama Belanda, adalah untuk menjajah dan mengeruk kekayaan alam Indonesia, mereka tidak berani bersaing secara sehat dengan peradaban pesantren itu. Cara beradab hingga brutal dipakai. Daftarnya panjang: ribuan teks-teks pesantren diangkut ke Belanda, sebagian dimuseumkan di Batavia; komunitas pendukung pesantren dibuat cerai-berai (ingat cara devide-et-impera), malah ada yang berbalik memusuhi pesantren; mereka juga dimiskinkan oleh pajak-pajak ala ""kapal keruk"" dan kerja rodi; para kiai-ulama dan kaum santri diasingkan hingga dieksekusi mati. Setelah babak belur dan keropos, pesantren dipasang di atas gelanggang untuk kemudian bersaing dengan sekolah model Barat yang kaya subsidi maupun dengan para sarjana Eropa serta kader pengusung keluhuran peradaban penjajah. Akhirnya pesantren dan peradabannya dihinakan sebagai komunal, sektarian; paham dan ideologinya dianggap takhayul dan khurafat!"


Ketersediaan
#
My Library 297.77 Bas p-2a
B002258
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
297.77 Bas p-2a
Penerbit
Jakarta : Pustaka Afid., 2012
Deskripsi Fisik
xvii,;384p
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
297.77
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet.1
Subjek
Islam
Pesantren
Pendidikan Islam
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Nusron Wahid
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Nusron Wahid adalah tempat yang tidak hanya menjadi wadah ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana untuk menanamkan semangat kebangsaan dan cinta terhadap tanah air. Koleksi buku dan dokumen di dalamnya mencerminkan perjalanan sejarah bangsa, perjuangan para pahlawan, serta warisan budaya yang membentuk identitas nasional.Dengan atmosfer yang didesain untuk membangkitkan rasa bangga akan warisan budaya dan kebangsaan, perpustakaan ini menjadi lebih dari sekadar tempat membaca—ia menjadi pusat inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan cita-cita bangsa.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?