Perpustakaan Nusron Wahid

Indonesia

  • Beranda
  • Login Pustakawan
  • VC
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pesantren Studies 2b, Buku II: Kosmopolitanisme peradaban kaum santri di masa kolonial, Juz Kedua: Sastra pesantren dan jejaring teks-teks aswaja-Keindonesiaan dari Wali Songo ke Abad 19
Penanda Bagikan

Text

Pesantren Studies 2b, Buku II: Kosmopolitanisme peradaban kaum santri di masa kolonial, Juz Kedua: Sastra pesantren dan jejaring teks-teks aswaja-Keindonesiaan dari Wali Songo ke Abad 19

Ahmad Baso - Nama Orang;

Abad ke-19 di Tanah Air kita disebut sebagai abad kegelapan, abad animisme dan kevakuman intelektual. Orang-orang Indonesia dikatakan belum mengenal peradaban, belum mengenyam sekolah modern dan organisasi reformis-kebangsaan.

Tapi justru di masa itulah, di alam penjajahan, produksi pengetahuan Nusantara dan teks-teks pesantren berlangsung secara massif. Ada puluhan ribu teks-teks yang ditulis maupun dicetak oleh kalangan santri-ulama dan santri-mustami' selama abad 19 itu. Dan jangkauan peredaran teks-teks itu membentang dari Aceh hingga Papua, hingga dinikmati penduduk di kawasan Samudera Hindia dan Asia Tenggara. Teks-teks ini kemudian dijadikan fondasi peradaban, jejaring ekonomi, sikap kebudayaan, dan juga bangunan politik anti-penjajahan anak-anak bangsa ini. Apa rahasia dan kekuatan teks-teks pesantren itu, yang kini sudah jarang kita temukan pada anak-anak sekolahan kini?

Kekuatannya terletak pada karakternya yang berbasis di pedesaan. Orang-orang pesantren menulis bersama orang-orang desa, merangkai kata dan kalimat di tengah kekayaan alam pedesaan, dan juga menulis, mencetak dan menyebarkan untuk tujuan membela segenap sumber-sumber ekonomi dan kehidupan bangsa ini yang berpusat di desa! Dalam menulis dan menghasilkan karya orang-orang pesantren mengikuti uswah hasanah yang diukir para Wali Songo di abad 15 dan 16. Para waliyullah ini mengajarkan anak-anak bangsa ini praktik menulis: menulis buku-buku sejarah dan cerita-cerita populis. Pena seorang penulis adalah ibarat pedang, demikian yang diajarkan. Menulis adalah ibarat senjata yang harus dimiliki orang-orang desa, dan juga orang-orang pesantren, dalam membangun dan membela peradaban Nusantara ini. Itulah yang diajarkan oleh para Wali Songo.

Buku ini dalam seri PESANTREN STUDIES ingin menunjukkan bagaimana para Wali Songo membentuk satu pendekatan dengan basis masyarakat dan pendukungnya. Setelah ikatan dengan masyarakat desa sudah terbangun, tatkala publik khalayak atau mustami'nya sudah dimobilisasi, para Wali Songo lalu membangun komunitas santri dengan basis di pesantren. Mereka ini pada gilirannya akan menggelar kegiatan tulis-menulis tentang Aswaja (Ahlussunnah Waljamaah) serta memberi karakter atas bangunan kebangsaan kita, yang akan terus dipertahankan hingga akhir hayat.


Ketersediaan
#
My Library 297.77 Bas p-2b
B002261
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
297.77 Bas p-2b
Penerbit
Jakarta : Pustaka Afid., 2012
Deskripsi Fisik
xix,;383p
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
297.77
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet.1
Subjek
Islam
Pesantren
Pendidikan Islam
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Nusron Wahid
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Nusron Wahid adalah tempat yang tidak hanya menjadi wadah ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana untuk menanamkan semangat kebangsaan dan cinta terhadap tanah air. Koleksi buku dan dokumen di dalamnya mencerminkan perjalanan sejarah bangsa, perjuangan para pahlawan, serta warisan budaya yang membentuk identitas nasional.Dengan atmosfer yang didesain untuk membangkitkan rasa bangga akan warisan budaya dan kebangsaan, perpustakaan ini menjadi lebih dari sekadar tempat membaca—ia menjadi pusat inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan cita-cita bangsa.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?