Riwayat Gus Dur: Dinamika perjalanan hidup gusdur
draft
“Kiai Nawawi al-Bantani adalah mutiara Nusantara yang bersinar di Hijaz. Melalui jasa-jasanya, Islam Nusantara yang asalnya kedengaran asing menjadi semakin dikenal hingga ke kencah internasional. Karena prestasinya dalam kajian ilmu agama, namanya diukir dalam kamus al-Munjid bersama dengan Presiden Ir. Soekarno.
Buku ini menguraikan sirah kehidupan Fathimah Az-Zahra x yang luar biasa. Dimulai dari latar belakang kehidupan keluarganya, keanggunan akhlak dan pribadinya, keistimewaan ibadah dan ilmunya, kedudukannya sebagai Ahlul Bait Nabi n, juga perjalanan hidupnya dari awal kelahiran sampai kisah wafatnya. Buku ini dalam penjabarannya juga banyak membantah keyakinan Syiah Rafidhah terhadap Fathimah Az-…
Biografi Mahbub Djunaidi (meninggal tahun 1995).
Buku ini menyajikan potret perjalanan hidup cucu kesayangan Nabi n, Husain bin Ali bin Thalib a, dimulai dari masa kecilnya sampai akhirnya harus menjemput kesyahidan di pertempuran Karbala. Di dalam buku ini juga disajikan beberapa hikmah dari tragedi Karbala, dan sekaligus beberapa bantahan terhadap penyimpangan kaum Syiah dalam merespon kejadian di Padang Karbala.
Karena al-ulama' waratsatul anbiya' maka meneladani ulama dan kiai bermakna meneladani para nabi. Dari para kiai, seseorang mungkin dapat mentransfer nilai-nilai dan pengetahuan hukum syari'at melalui nasihat-nasihat langsung, ceramah, pengajian, maupun lewat majlis taklim. Akan tetapi, bagaimanakah dengan keteladanan; apakah dapat diperoleh hanya dengan mendengar ceramah? Padahal, keteladan…
Dalam buku ini penulis sengaja tidak menulis argumen tersambungnya nasab Ba'alawi kepada Rasulullah SAW. Baginya itu sudah diijma' para Ulama. Melalui bukunya penulis ingin masyarakat Indonesia mengetahui betapa erat hubungan ulama kita dengan ulama Yaman. Hubungan itu sudah terjalin berabad -abad lalu. Para kiai yang kata mereka "Ulama Pribumi" sangat takdhim kepada Sadah Ba'alawi. Demikian ju…
Menyuguhkan hari penting yang dilalui empat imam pendiri mazhab fiqih ahlussunnah waljamaah.
Buku ini di samping memotret keseharian KH. Sahal, juga mengkaji eksistensi pesantren, dan idealisme yang harus diusung dan diperjuangkan.