Akbar Tandjung menawarkan desain baru partai Golkar yang modern, demokratis, dan menjunjung tinggi pluralisme.
Buku yang berasal dari disertasi doktoral J. Eliseo Rocamora pada Universitas Cornell, AS, ini dengan cermat mengamati perjalanan sejarah politik PNI yang sarat dengan perpecahan. Membatasi pengamatan pada 1945-1965, Rocamora memandang PNI sebagai mikrokosmos yang mencerminkan dinamika perkembangan politik nasional pada zamannya.
Buku ini merupakan hasil Semiloka Nasional Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa) pada 4-7 Maret 2000 di Denpasar, Bali.
Ibarat bus, Golkar adalah rongsokan. Mantan=mantan dedengkot Golkar tanpa malu-malu menyebutnya demikian. Tapi di tangan Akbar, bus rongsokan itu pelan-pelan diperbaiki, dan sekarang telah siap pakai. Golkar telah berubah menjadi kendaraan politik (political vehicle) yang sangat atraktif dan menjanjikan bagi para calon menteri.
Buku ini menjawab apa penyebab utama munculnya sistem kepartaian yang terkartelisasi, adakah sistem ini berhubungan dengan perburuan rente di pemerintahan dan DPR? jika benar, dana negara mana yang menjadi sasaran? bujeter atau nonbujeter?
Buku ini berisi opini para pakar yang mencoba menyajikan fakta, informasi dan analisis yang menggambarkan betapa tuntutan pembubaran Golkar tidak berdasar. Dalam buku ini juga ditemukan latar belakang di balik kampanye disinformasi dan penekanan pada political bargaining. Pada Pemilu 1999 Golkar meraih 25 juta suara, dan pemilu tersebut dianggap menjadi pemilu paling demokratis.
Berisi 14 paparan pada Seminar Sehari Korbid Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Jakarta 10 Maret 2006.
Berisi 13 peraturan organisasi Partai Golkar dan satu Keputusan DPP Partai Golkar.
Berisi antara lain: Masalah kenegaraan yang dihadapi seperti satu partai versus multi partai, perubahan UUD 45 dan lahirnya kabinet parlementer. Kultur demokrasi liberal yang coba ditanam, masa revolusi phisik dan kultur demokrasi liberal dalam krisis. Kerawnaan pengertian Pancasila dan nilai-nilai 45...
Pokok pembahasan dalam Rapimnas Golkar 2013 ini adalah rekomendasi bidang pemenangan pemilu dan rekomendasi bidang organisasi, kaderisasi dan keanggotaan Golkar.
Rapimnas IV Partai Golkar ini diadakan di Hotel Borobudur Jakarta, dalam rangka memberi landasan yang kuat dalam mendukung Rapimnas III yang diadakan di tahun yang sama di Hotel Aston Bogor Nirwana Residences Bogor, yang menetapkan H. Aburizal Bakrie sebagai Calon Presiden dari Partai Golkar pada Pemilu Presiden 2014.