Cerita ini pernah dimuat sebagai cerita bersambung dalam harian Republika, Januari-Februari 1994.
Ia seorang penasihat pejabat pemerintah HIndia Belanda di Sungguminasa, Sulawesi Selatan. Jauh di lubuk hatinya, ada keinginan yang kuat agar bangsanya merdeka, tetapi dia juga menyadari banyaknya hal yang harus dipertimbangkan kembali. disinilah dia berbeda pandangan dengan Musa, anak sulungnya, yang tumbuh pada zaman baru.
Kepergian Rasus yang tanpa pamit memberikan luka tersendiri bagi Srintil. Ia merasa telah ditolak oleh lelaki yang dicintainya. Seiring waktu, ketenaran Srintil sebagai seorang ronggeng mencapai puncaknya. Parasnya yang ayu serta kekenesannya membuat bayarannya menjadi lebih mahal. Di puncak segala ketenaran itu, Srintil merasa kosong. Layaknya seorang wanita, ia menginginkan suami serta anak. …
Pergolakan perang mempertahankan kemerdekaan RI antara tahun 1946—1950 menyeret banyak pemuda kampung ke dalam kancah perjuangan bersenjata. Di antara mereka adalah Amid dan kawan-kawan yang berjuang di bawah panji Hizbullah. Amid dan kawan-kawan bertempur dan membela kemerdekaan RI sebagai kewajiban iman mereka. Amid pribadi bertekad setelah situasi damai akan bergabung menjadi anggota tenta…
Novel ini merupakan hasil "reportase" singkat Pramoedya di wilayah Banten Selatan yang subur tapi rentan dengan penjarahan dan pembunuhan. Tanah yang subur tapi masyarakatnya miskin, kerdil, tidak berdaya, lumpuh daya kerjanya. Mereka diisap sedemikian rupa. Mereka dipaksa hidup dalam tindihan rasa takut yang memiskinkan. Tubuh boleh disekap, ditendang, diinjak-injak, tapi semangat hidup tak…
Buku ini, yang ditulis Pramoedya di Pulau Buru dan sempat hilang beberapa tahun, membuka wawasan kita untuk melihat lebih seksama kelemahan dan ketimpangan sistem pemerintahan silam, serta pengaruhnya pada masa sekarang.
Ki Hajar Dewantara adalah sosok bangsawan Jawa yang merupakan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. Beliau mendirikan Perguruan Taman Siswa untuk memberikan kesempatan bagi kaum pribumi Indonesia agar bisa mengenyam pendidikan yang setara dengan kaum bangsawan.
Dalam novel ini, yang konon merupakan akhir dari trilogi, penulis kembali menekankan mendesaknya masalah hidup dalam suatu keadaan yang mau tidak mau dijalani oleh manusia Indonesia modern, yakni mengadakan perjalanan ulang-alik antara dunia "sana" dan dunia "sini", antara gaya hidup modern di manca negara (baca: Amerika) dan langgam hidup Jawa. Perjalanan ulang-alik ini pun harus mengalami int…
Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin, terpencil dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya dukuh itu merasakah kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Se…
'Siapa pun yang menguasai Palestina, dia akan menguasai dunia'. Kata-kata ini dilontarkan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi. Tidak hanya sekadar kata, dia pun berhasil mewujudkan kata-katanya itu. Lewat perjuangan panjang dan melelahkan, Shalahuddin dan pasukannya mampu merebut kembali tanah Palestina yang telah 83 tahun lepas dari genggaman. Prestasi inilah yang membuat Shalahuddin Al-Ayyubi memil…
Pengakuan: Eks Parasit Lajang (Kepustakaan Populer Gramedia, 2013) adalah autobiografi seksualitas dan spiritualitas Ayu Utami. Seperti Cerita Cinta Enrico, kisah nyata ini ditulis dalam bentuk novel, dengan tokoh A, seorang perempuan yang memutuskan untuk melepas keperawanannya di usia dua puluh tahun, untuk sekaligus menghapus konsep keperawanan yang baginya tidak adil. Selama tahun-tahun ber…
i Bawah Lindungan Ka’bah adalah novel yang disebut juga sebagai karya sastra klasik Indonesia. Novel ini ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih populer dengan nama pena Hamka. Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah pertama kali diterbitkan pada tahun 1938 oleh penerbit nasional Hindia Belanda, Balai Pustaka. Novel ini mengisahkan tentang kisah cinta dua sejoli yang gagal, kar…
Meski menjadi korban penculikan sang Penguasa Tumapel, Tunggul Ametung, namun Ken Dedes tak larut dalam kedukaan, dalam penjara jiwa yang membelenggunya di lingkungan Pakuwuan Tumapel yang gemerlapan. Dengan kegenitan yang dipadukan sifat kelemah-lembutannya, putri Mpu Parwa itu dapat meluluhkan hati Ken Arok, seorang sudra dan bekas gembong perampok yang menjadi pengawal pribadi sang Akuwu. Se…
Buku ini menghadirkan empat karya Motinggo Busye, yaitu drama Nyonya dan Nyonya, Malam Pengantin di Bukit Kera, Perempuan itu Bernama Barabah, dan kumpulan cerpen Keberanian Manusia. Karya-karya Motinggo tersebut, yang ditulis semasa dia tinggal di Yogyakarta, memberikan gambaran mengenai persoalan masyarakat Indonesia pada tahun-tahun awal pasca-perang kemerdekaan, terutama korupsi dan gaya hi…
Ada banyak cara untuk menikmati hidup. Berwisata adalah salah satu cara untuk mengurai kepenatan rutinitas dan tuntutan hidup. Pergi berlibur sejenak ke tempat wisata, bisa membantu diri tetap waras di tengah gempuran tuntutan kerja dan tuntutan hidup. Bersama teman atau keluarga, atau bahkan sendirian, semua tetap menyenangkan. Kita bisa berwisata ke tempat yang cukup jauh, atau mungkin ke neg…
Buku ini merupakan fiksi tentang tragedi 11 September 2001. Walaupun fiksi, buku ini tetap menampilkan tempat, peristiwa, sejarah sesuai dengan faktanya. Buku yang dikemas dalam bentuk novel ini sangat enak dibaca. Bahasanya mengalir dan meresap. Penulis buku mengajak pembacanya untuk menyebarkan Islam yang rahmatan lil álamiin. Termasuk juga mengajak pembacanya mendapatkan motivasi spiritual …
Mata Penakluk mendedahkan berbagai sisi pribadi Abdurrahman Ad-Dakhil atau yang akrab dipanggil Gus Dur. Pernik-pernik masa kecil yang mengharukan, impian menjadi Sang Penakluk, mencetak seorang Gus Dur menjadi sosok yang tangguh. Ayahnya menginspirasikannya untuk menjadi sang penakluk. Namun apa yang harus ditaklukkannya? Ikuti kisah novelisasi hidup Gus Dur ini.