Buku ini membahas tentang Hasil rakernas partai GOLKAR 2010 "Suara Golkar, SUara Rakyat"
Buku ini adalah catatan singkat tentang Airlangga Hartarto, sejak sekolah hingga kuliah, selama menjadi anggota DPR RI, sampai menjadi menteri dan diusung oleh Partai Golkar dalam Pemilu 2019.
Hasil refleksi pada Diskusi Panel Akhir Tahun 2010 dengan tema Menyegarkan kembali paham kebangsaan.
Penulis adalah kader Partai Golkar yang berhasil mengungkap persepsi dan citra negatif Golkar. Buku ini diharapkan mampu menjadi modal politik untuk memperbaiki, mereposisi, mereorientasi eksistensi partai Golkar di masa kini dan masa mendatang.
Akbar Tandjung menawarkan desain baru partai Golkar yang modern, demokratis, dan menjunjung tinggi pluralisme.
Ibarat bus, Golkar adalah rongsokan. Mantan=mantan dedengkot Golkar tanpa malu-malu menyebutnya demikian. Tapi di tangan Akbar, bus rongsokan itu pelan-pelan diperbaiki, dan sekarang telah siap pakai. Golkar telah berubah menjadi kendaraan politik (political vehicle) yang sangat atraktif dan menjanjikan bagi para calon menteri.
Buku ini berisi opini para pakar yang mencoba menyajikan fakta, informasi dan analisis yang menggambarkan betapa tuntutan pembubaran Golkar tidak berdasar. Dalam buku ini juga ditemukan latar belakang di balik kampanye disinformasi dan penekanan pada political bargaining. Pada Pemilu 1999 Golkar meraih 25 juta suara, dan pemilu tersebut dianggap menjadi pemilu paling demokratis.
Berisi 14 paparan pada Seminar Sehari Korbid Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Jakarta 10 Maret 2006.
Berisi 13 peraturan organisasi Partai Golkar dan satu Keputusan DPP Partai Golkar.
Berisi antara lain: Masalah kenegaraan yang dihadapi seperti satu partai versus multi partai, perubahan UUD 45 dan lahirnya kabinet parlementer. Kultur demokrasi liberal yang coba ditanam, masa revolusi phisik dan kultur demokrasi liberal dalam krisis. Kerawnaan pengertian Pancasila dan nilai-nilai 45...