Buku ini adalah seri kedua yang memuat banyak kisah penuh hikmah dari para sufi. Ada banyak nasihat yang dapat dicontoh dan diambil sebagai suatu pembelajaran.
Sastra sufi bukan saja bagian dari tradisi panjang dalam kesastraan Indonesia, melainkan secara langsung menjadi bagian internal dari praktik sosial -politik yang terkondisikan dan mengkondisikan formasi diskursif masyarakat Indonesia.
Buku ini mencoba mengkaji secara komprehensif fenomena Wahidiyah sebagai sebuah aliran tasawuf kultural.
Abdus-Samad Al-Palimbani adalah ulama yang berperan besar dalam pengembangan peradaban Islam Melayu Nusantara abad ke-18 dan 19. Ia berhasil memadukan tasawuf akhlaki al-Gazali dengan tasawuf falsafi Ibn Arabi secara sangat baik.
Mistik Kejawen dari sisi antropologi budaya termasuk salah satu wujud budaya spiritual. Mistik Kejawen yang hakiki, berada pada realitas hidup, bukan pada gagasan. Penulis buku ini juga menguraikan ajaran-ajaran filsafat dan wejangan mistik dari para tokoh legenda seperti Syekh Siti Jenar, Ki Ageng Suryomentaram, Syekh Amongraga, dan Sunan Kalijaga.
Di dalam buku ini, Rabi'ah al-adawiyah mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan adalah cinta, cinta kepada seluruh manusia, cinta kepada alam dan segala isinya, serta cinta kepada qadha dan qadar karena itu adalah urusan Allah.
Buku ini merupakan karya perempuan Indonesia pertama dalam bidang sosiologi agama yang mengkaji seluk beluk tarekat.
In Morocco, Sufism represents one of the basic religious constants, it is a central spiritual, cultural, social, political, and even economic component of Maghrebi history. The Sufi heritage, moreover, is still present in the Moroccan social fabric and moral conscience as well as in the broader maghrebi cultural imagination and unconscious
Islamic Sufism in the West This book is a study of the phenomenon of Islamic Sufism in the West, which first began by adopting a universalist philosophical form with the Universalist Order of 'Inayat Khan. Its goal was to be in keeping with the intellectual and political landscape prevalent in the West in the early twentieth century, which used to see Sufism as disconnected from the Islamic rel…
Kamus tasawuf ini tidak berpretensi untuk memberikan pemahaman secara utuh tentang tasawuf, namun sangat membantu memahami istilah-istilah yang sering muncul dalam pembahasan tasawuf.
Buku “Tiga Guru Sufi Tanah Jawa: Wejangan-Wejangan Ruhani” berusaha memaparkan pesan-pesan spiritual dari tiga sosok kiai di tanah Jawa. Ketiga guru sufi ini adalah: Syaikh Muslih Bin Abdur Rahman al-Maraqy (Mranggen, Demak), Syaikh Romli Tamim (Rejoso, Jombang),Abuya Dimyathi Bin Muhammad Amin al-Bantany (Cidahu, Banten).
Berisi: pandangan sufi terhadap Tuhan, dunia, manusia; tokoh-tokoh sufi; dan aliran-aliran sufi di Indonesia.