ide ide dan sepak terjangnya sering bernada kritis dan mengejutkan.
Buku ini bersifat semi dokumenter dimaksudkan untuk memperjelas lini tertentu dari proses reformasi di tahun 1998.
Dalam sajak-sajak ini Emha mengungkapkan konflik batin seorang Muslim. Keresahan manusia yang tiada habisnya, mempertanyakan dan mencoba menegaskan kedudukan dan perannya di dunia dalam kaitan dengan kepastian kuasa Tuhan.
Buku ini diangkat dari rubrik di media massa di mana problem itu bisa diungkap, direspons, dianalisis, dan dicarikan jalan keluar dan menjadi empati bersama.
Kumpulan tulisan dari Emha Ainun Najib yang diibaratkan kopi. Terdapat 150-an racikan kopi yang membincangkan problem masyarakat kelas bawah dalam arti luas yang banyak diobrolkan di gardu, di warung dan tempat lain yang strategis.
Dalam buku ini terhimpun 100 puisi Emha, (judulnya unik, yakni 0 hingga 99) yang oleh Emha sendiri diakui sebagai sebuah bentuk sembahyang, yang sepenuh-penuhnya ia tumpahkan kepada Allah, langsung kepada-Nya maupun melewati pembaca dan saudara yang lain.
Kumpulan cerpen yang ditulis oleh Emha Ainun Nadjib yang ditulis antara tahun 1977-1981.
Markesot adalah sosok lugu nan cerdas, mbeling, terkadang misterius. Dalam kesehariannya bersama dengan para sahabatnya yang tergabung dalam Konsorsium Para Mbambung (KPMb), mereka memperbincangkan problem masyarakat, dari konflik politik internasional sampai soal celana, dalam tuturan khas Jawa Timuran.
Buku ini jelas memperlihatkan sosok penulisnya, Emha Ainun Nadjib, sebagai cendekiawan yang kritis sekaligus penyair yang kerap lebih suka menafikan aturan-aturan konvensional.
Markesot adalah sosok lugu nan cerdas, mbeling, terkadang misterius. Dalam kesehariannya bersama dengan para sahabatnya yang tergabung dalam Konsorsium Para Mbambung (KPMb), mereka memperbincangkan problem masyarakat, dari konflik politik internasional sampai soal celana, dalam tuturan khas Jawa Timuran.