Dengan memahami sejarah,kita menjadi memiliki alternative untuk memahami gejala actual, sekaligus alternative untuk menentukan pilihan atau jawaban atas tantangan yang muncul secara aktual. Apa yang ditulis Dr. Kuntowijoyo dalam buku ini—mengenai radikalisasi petani di tahun 1960-an, dunia priyayi di awal abad kedua pulu, dan mistisisme serta mitos-mitos politik di tahun 1700-an di daerah …
Buku ini menjadi contoh bagaimana Kuntowijoyo menerapkan gagasannya tentang Ilmu Sosial Profetik. Fenomena sosial ditinjau Kutowijoyo dari perspektif yang spesifik dan memanusiakan (humanis), komprehensif-detail (liberasi), dan berorientasi pada tujuan luhur (transendensi).
Buku ini mengenalkan hal-hal mendasarkan di dalam ilmu sejarah. Penjelasan-penjelasannya yang singkat, namun menyeluruh dan mendalam, terasa mengalir sehingga memudahkan pembaca untuk menyelami sendi-sendi ilmu sejarah.
Novel ini mengisahkan kehidupan Barman (lelaki tua yang sudah pensiun) yang berlibur ke gunung (villa) bersama seorang gadis muda (Popi). Liburan itu menjadi bermakna dan merupakan pencarian hakekat hidup dan perburuan spiritual yang indah baginya. Kuntowijoyo mengisahkan dengan lembut dan penuh makna apa yang dikhotbahkan lelaki tua itu di atas bukit.
Inilah buku pertama Kuntowijoyo yang lahir setelah sejarahwan Muslim kondang ini mulai sembuh dari kelumpuhan total dan ketidakmampuan bicara akibat penyakit yang menyerang otaknya.