Dalam buku ini Benedict menjelajahi kontradiksi budaya dan politik yan telah muncul dari dua kenyataan penting dalam sejarah Indionesi - bahwa penaklukan oleh Belanda terhadp Indonesia berawal ketika bangsa Indonesia masih muda, negara Indonesia masih kuno, yaitu pada awal abad ke-17; dan bahwa praktik politi Indonesia kontemporer telah dilakukan dalam bahasa baru, Bahasa Indonesia.