Desakan kuat dari masyarakat yang tidak lagi menghendaki militer berpolitik dan menuntut dihapuskannya Dwifungsi ABRI ternyata mampu melahirkan reformasi TNI. Desakan ini selaras dengan kesadaran internal militer yang memandang perlu redefinisi Dwifungsi ABRI agar tidak lagi menitikberatkan pada masalah-masalah politik belaka serta mengurangi dominasi di lembaga-lembaga sipil.
Buku yang menyajikan keragaman pemikiran kalangan intelektual dan praktisi muda Indonesia, diterbitkan untuk para penyelenggara pemerintahan beserta lembaga legislasi.
Reformasi internal ABRI telah membawa militer mereposisi diri dalam berhubungan dengan lingkungan eksternalnya. Hubungan sipil-militer yang berlangsung di era kekekuasaan Orde Lama (1952-1966) dan Orde Baru (1966-1998), jauh dengan di era reformasi.