Riwayat Gus Dur: Dinamika perjalanan hidup gusdur
Pada bulan oktober 1999, Abdurrahman Wahid, yang hampir buta dan baru sembuh dari stroke parah, terpilih menjadi presiden Indonesia keempat.
Buku ini ditulis Kiai Hussein dalam bentuk renungan sepanjang proses percakapannya dengan Gus Mus.
Buku ini berorientasi pada perspektif berbeda ketika membicarakan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) yang humoris dan dekat dengan rakyatnya. Dikemas dalam diskursus ilmu-ilmu sosial, kepolitikan, dan kebudayaan di Indonesia kontemporer.
Buku ini menyajikan sisi-sisi spiritual Gus Dur yang patut dijadikan sebagai sumber belajar bagi pendidikan Indonesia.
Kumpulan tulisan tentang Gus Dur.
Buku “Kemahiran politik sang Kiai” oleh Adi Sastra Rasyidin merupakan catatan mengenai 100 hari pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid setelah menjabat. Dalam periode tersebut, Presiden Gus Dur berhasil bertemu dengan 25 kepala negara dan menghadiri 5 acara internasional1. Buku ini memberikan wawasan tentang kemampuan politik dan diplomasi yang dimiliki oleh seorang kiai, terutama dalam ko…
Kumpulan kisah tentang Gus Dur yang terbit di berbagai media massa.
Buku ini dimaksudkan untuk menguraikan tiga hal utama. Pertama, gagasan dan pokok pikiran besar Abdurrahman Wahid mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara serta perjuangan menegakkan demokrasi dan keadilan, hak asasi manusia dan hak-hak dasar pekerja. Kedua, upaya rekonsiliasi yang dilakukan Abdurrahman Wahid menyelamatkan bangsa Indonesia dari perpecahan. Ketiga, visi dan pokok pokiran Abdur…
Buku berjudul “Gus Dur dalam Sorotan Cendekiawan Muhammadiyah” merupakan sebuah autobiografi yang membahas tentang Abdurrahman Wahid, politisi Muslim Indonesia, cendekiawan, dan ulama dari Nahdlatul Ulama. Buku ini menampilkan sudut pandang dari perspektif Muhammadiyah.
Melalui buku ini Gus Dur seolah hidup kembali, hadir secara utuh dengan gaya bahasanya yang khas, humornya yang cerdas dan analisisnya yang ringan namun dalam.
Buku ini ditulis dalam rangka memperingati 1000 hari K.H Abdurrahman Wahid,Gus Dur. Ia sesungguhnya merupakan perluasan melalui penambahan disana sini dari tulisan penulisan yang pernah dimuat dalam buku Bertahta dalam Sanubari, kumpulan tulisan tentang Gus Dur yang diterbitkan pada 40 hari beliau pulang.
Gus Dur adalah negarawan yang konsisten mewariskan kerukunan beragama, pluralitas dan demokrasi.
Gus Dur telah merintis suatu tata kehidupan masyarakat bangsa yang demokratis, berbasis pendangan keagamaan yang terbuka dan tradisi masyarakat yang kokoh.
Gagasan forum curah pendapat anggota MPR/DPR menumbulkan pendapat pro dan kontra. Ada yang mendukung, ada yang setuju samar-samar, tapi ada yang menolak, bahkan curiga. Tak kurang yang melihat forum ini sebagai ajang ke arah melengserkan Gus Dur. Tapi, menurut Kwik Kian Gie, penggagas forum itu, Gus Dur tidak keberatan atas ide pertemuan.