Jejak Langkah) adalah novel ketiga dari Tetralogi buru oleh penulis Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Dalam tetralogi ini, dibahas tentang kehidupan tokoh fiksi Tirto Adhi Soerjo, seorang bangsawan Indonesia dan wartawan perintis.
Anak semua bangsa berkisah tentang pengenalan si tokoh pada lingkungan sendiri dan dunia, sejauh pikirannya dapat menjangkaunya.
Rumah Kaca berkisah tentang usaha Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda dalam membikin Hindia menjadi rumah kaca dimana setiap gerak gerik penduduk di dalamnya dapat mereka lihat dengan jelas, dan dengan hak exorbitant dapat berbuat sekehendak hati terhadap penghuni rumah itu.
Buku ini merupakan sebuah dokumen sosial tentang pengalaman Pramoedya sekaligus bagian dari pengalaman bangsa. Buku ini disusun dari catatan-catatan Pramoedya Ananta Toer semasa dalam tahanan di Pulau Buru, 1969-1979.
Kisah Arok Dedes adalah kisah kudeta pertama dalam sejarah kita. Kudeta unik ala Jawa, penuh rekayasa kelicikan, lempar batu sembunyi tangan, yang punya rencana menjadi orang terhormat, yang tak terlibat malah menjadi korban yang ditumpas habis-habisan.