Jejak Langkah) adalah novel ketiga dari Tetralogi buru oleh penulis Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Dalam tetralogi ini, dibahas tentang kehidupan tokoh fiksi Tirto Adhi Soerjo, seorang bangsawan Indonesia dan wartawan perintis.
Anak semua bangsa berkisah tentang pengenalan si tokoh pada lingkungan sendiri dan dunia, sejauh pikirannya dapat menjangkaunya.
Rumah Kaca berkisah tentang usaha Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda dalam membikin Hindia menjadi rumah kaca dimana setiap gerak gerik penduduk di dalamnya dapat mereka lihat dengan jelas, dan dengan hak exorbitant dapat berbuat sekehendak hati terhadap penghuni rumah itu.
Bumi Manusia adalah buku pertama dari tetralogi Pramoedya Ananta Toer, meliputi masa kejadian 1898 sampai 1918, masa Periode Kebangkitan Nasional, masa yang hampir tak pernah dijamah oleh sastra Indonesia, masa awal masuknya pengaruh pemikiran rasio, awal pertumbuhan organisasi-organisasi modern yang juga berarti awal kelahiran demokrasi pola Revolusi Perancis.
Buku ini merupakan sebuah dokumen sosial tentang pengalaman Pramoedya sekaligus bagian dari pengalaman bangsa. Buku ini disusun dari catatan-catatan Pramoedya Ananta Toer semasa dalam tahanan di Pulau Buru, 1969-1979.
Cerita dari Blora adalah kumpulan cerita pendek (cerpen) karangan Pramoedya Ananta Toer yang ditulis semasa revolusi 1945-1949, sewaktu di dalam dan selepas penjara Belanda di Bukit Duri, Jakarta.
Novel berbahasa Belanda.
Buku Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer merupakan catatan Pramoedya Ananta Toer tentang derita gadis-gadis Indonesia yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang pada masa Perang Dunia Kedua di Pulau Buru serta kelanjutan nasib para Jugun Ianfu yang ditinggalkan begitu saja setelah Jepang menyerah.
Buku ii merupakan antologi sastra pra-Indonesia yang ditulis oleh empat penulis dengan delapan cerita: F. Wiggers (Dari boedak sampai djadi radja), Tio Ie Soei (Pieter Elberbeld), F.D.J Pangemanann (Tjerita Rossina dan Tjerita si Tjonat), G. Francis (Tjerita Njai DAsima), dan H. Kommer (Tjerita Kong Hong Nio dan Tjerita Nji Paina).